Perbandingan Pemrograman Visual (PV) dengan Pemrograman Konvensional (PK) 2

Melanjutkan dari artikel sebelumnya 

Dalam perkembangannya, kini dimungkinkan sebuah komputer untuk melaksanakan beberapa aplikasi berjalan sekaligus. Sebagai contoh, kita dapat mengetik sebuah dokumen ketika komputer sedang memproses sebuah aplikasi MP3 Player yang memainkan musik.
Juga dimungkinkan adanya sebuah proses dala aplikasi yang dinamakan event-drivent, yaitu ketika pengguna menjalankan sebuah aplikasi, setiap aksi yang berada dari pengguna pada salah satu bagian dari aplikasi akan menghasikan aksi yang berbeda juga. Contoh mudahnya, ketika kita menjalankan program kalkulator kita dapat saja memasukkan dengan sembarang nomor dan mungkin dengan operasi yang sembarang pula, kemudian kita menutupnya tanpa harus menunggu program tesebut selesai secara prosedural dalam menjalankan fungsinya sebagai sebuah program penghitung angka/bilangan. Dengan adanya event-drivent ini, menuntut program dengan hati-hati membuat menu form dan proses yang dihasilkan dari aksi pengguna pada setiap komponen penyusun aplikasi tersebut, misalnya tombol Close untuk menghentikan program atau input yang kosong dari pengguna.



Event-drivent juga mengantisipasi semua aktivitas yang mungkin dilakukan oleh pengguna dalam interaksinya dengan komputer melalui suatu program. Aktivitas yang mungkin dilakukan oleh pengguna mulai dari penggunaan keyboard, mouse, dan aksi-aksi lain yang ditimbulkan dari peralatan komputer lainnya serta aksi dari proses antaraplikasi itu sendiri. Pemrograman Visual telah mengakomodasi beberapa aplikasi tersebut dalam setiap komponen (Delphi) atau kontrol (VB) dengan cara dilekatkan padanya. Event-drivent diwujudkan dalam bentuk fungsi dan prosedur yang dilekatkan pada komponen/kontrol pengaksesan dilakukan dengan cara khusus baik dari sisi desain maupun pada saat pengkodean.

Dengan adanya pemrograman visual, perancangan interface semakin dipermudah, cepat, dan hasil yang didapatkan semakin berkualitas. Sehingga para vendor program tidak lagi memikirkan bagaimana merancang komponen untuk interface sehingga perhatian dapat fokus pada proses aplikasi yang sedang ditangani. Untuk keperluan ini Pemrograman Visual memang sudah menyediakan komponen/kontrol yang siap dipakai tinggal mengisi/merubah properti dan event  yang diinginkan, fasilitas ini belum disediakan oleh pemrograman kovensional sehingga pemerogram harus menciptakannya sendiri.

“Semoga Bermanfaat”

0 komentar:

Posting Komentar

TRANSLATE

Diberdayakan oleh Blogger.

TWITTER

FOLLOWERS

Blog Hits